Rabu, 23 Oktober 2013

KEJADIAN TERPAHIT KU (RiFy) *cerpen

lelah mu, jadi lelahku juga..
bahagiamu, bahagia ku pasti..
berbagi, takdir kita selalu..
kecuali, tiap kau jatuh hati..

kali ini, hampir habis dayaku, membuktikan padamu, ada cinta yang nyata..
setia, hadir setiap hari..
tak tega, biarkan kau sendiri..
meski seringkali kau malah asyik sendiri..

karna kau tak lihat
terkadang malaikat tak bersayap
tak cemerlang,tak rupawan
namun kasih ini , silakan kau adu
malaikat juga tau siapa yang jadi juaranya

hampamu takkan hilang semalam
oleh pacar impian,
tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
tapi ku percaya diri, cintaku lah yang sejati

ooh..uhh..namun tak kau lihat,
terkadang malaikat tak bersayap
tak cemerlang, tak rupawan
ohh..namun kasih ini, silakan kau adu
malaikat juga tau siapa yang jadi juaranya



  Dentingan piano itu begitu indah mengalun, harmoni yang tercipta seakan menggambarkan bahwa ia sedang sedih..

"Ify" panggil seseorang yag berada di belakangnya. ahh, rupannya mario sahabatnya, hanya sahabat.
"apa?" jawab Ify tanpa membalik badannya. Mario atau yang biasa di sapa Rio itu pun sgera menghampiri Ify dengan senyumnya yang merakah di bibir manisnya. Rio sudah duduk di samping Ify, Ify hanya menoleh.
"kamu tau? aku tadi nembak Shilla.. dan kamu tau? Shilla menerima ku.. haha.. ternyata benar kata mu, mencoba itu lebih baik. trimakasih ya Fy" selesai berucap, Rio pun memeluk Ify, hanya senyum yang Ify berikan, Ify tau bahwa Rio hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.


#beberapa bulan pun berlalu

  Rio semakin tak menghiraukan Ify, bahkan mungkin menganggap Ify tak pernah ada. Ify kini hanya bisa mengenang Rio yang dulu dalam ingatannya. mungkin tak ada lagi Rio yang dulu. pikir Ify.
  Ify yang semula sedang menikmati sore hari di balkon kamar pun kemudian melangkahkan kakinya kearah meja belajar miliknya. Ify mengambil pulpen dan mencarik selembar kertas diary miliknya. surat ini ia tujukan pada sahabatnya, ahh mungkin mantan sahabatnya.
  Saat ini Ify sungguh sangat prustasi, orang tuanya pergi keluar kota, hanya pembantunya lah yang menemaninya di rumah bak istana ini. malam ini ia memilih tuk memandang bintang di tempat favoritnya, balkon kamarnya. meskipun angin malam menusuk tulangnya, tapi ia pun malah tak menghiraukannya. Ia kebal dengan semua ini, kecuali  perasa'annya terhadap Rio yang tak terbalaskan, itu lah satu-satunya yang membuatnya lemah.
"andai kamu ada di sini Yo, pasti aku gak akan kesepian" air mata sudah keluar dari mata indah miliknya dan mengalir di pipi mulusnya. Ify menghapus air matanya. ahh, lagi-lagi ia teringat Rio yang selalu menghapus air matanya di kala ia menangis.
"dulu kamu yang selalu menghapus air mata ku ini dengan ibu jari mu, tapi kini kau sudah tak ada disini lagi, karna kau tlah miliknya Yo" ucap Ify dengan air mata yang semakin deras mengalir di pipinya.
"mungkin kini kau lebih bahagia jika ku pergi Yo, good bye Yo, good bye bintang, good bye angin malam, good bye bulan," Ify masuk kedalam kamarnya. Biasanya ia tak biasa tidur secepat ini, ini kan baru jam 8 malam.
"mmm.. minum obat tidur aja deh.." Ify mengambil obat tidur yang biasa ia pakai, biasanya setiap kali ia setres pasti ia tak bisa tidur.
  3 butir obat tidur yang kini ada di genggamannya. ahh, bukan kah itu merupakan dosis yang amat tinggi?
"3 butir, cukup untuk menidurkan ku slamanya" setelah berucap, Ify pun meminum obatnya.

  pagi hari yang cerah, tapi gadis yang bernama Ify ini tak kunjung bangun jua, wajahnya pucat, badannya kaku. ahh, apa mungkinn.....

KREKK..
  suara pintu terbuka itu begitu pelan, takut membangunkan si empunnya kamar. tapi, hey, bukankah orang ini Rio? apakah dya kembali? oh tuhan, ia terlambat.
"ternyata kau ter tidur sangat pulas hari ini" Rio belum juga menyadari bahwa orang yang ia ajak bicara ini sudah tak bernyawa lagi.
  Rio berjalan mendekat kearah ranjang Ify, tapi satu kebiasa'an Rio, yaitu mengambil bangku yang terletak di depan meja belajar Ify untuk ia duduki. Ketika itu, Rio melihat surat tergeletak tak berdaya di atas meja belajar sahabatnya itu.
"tak biasanya dya menulis surat" Rio merasa tertarik dengan surat itu. oh tuhan, Rio membuka surat itu. Dan oh tidak, Rio kini membacanya.

  dear Rio,
ma'af ya Yo aku pergi dulu. Satu kalimat yang ingin kusampaikan untukmu, I LOVE YOU MARIO. hanya itu, trima kasih. sampai bertemu di dunia keabadian.

IfyAlyssa


  Mata Rio terbelalak, ia segera menoleh kepada Ify yang sedang tertidur pulas. perlahan, langkah kakinya membawanya kepada sang sahabat lama. Rio memegang tangan Ify, dingin. Rio pun melihat wajah Ify, pucat. 
"tidak mungkin. ini tidak mungkin.. Ify, ini becandanya gak lucu ih. bangun Fy. kamu sahabat ku Fy. kamu pasti akan bersama ku. ia kan Fy?" Rio mengecup kening Ify. biasanya jika begitu Ify akan bangun. tapi tidak kali ini.
"Fy kumohon.. bangunnnn..."

~~ 

hy kawan.. ada hikmah yang bisa kita ambil dari sini..
jangan mudah putus asa ya dalam segala masalah..
itu saja, trima kasih sudah mampir..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar