Kamis, 24 Oktober 2013

i cry for you (ReGi= Rego angGi)

okeyyy.. enjoyy iin my blogger ^_^
maaf ya kalo typo bertebaran dan tulisannya masih acakadul.
langsung ajalah di baca
c
e
k
i
d
o
t


******

 Setiap manusia pasti pernah merasakan cinta,,
Tapi dengan cara yang berbeda tentunya,,
Yaitu misalnya seperti seseorang yang merasakan indahnya cinta dan pahitnya cinta,,
Merasakan indahnya cinta itu rasanya seakan-akan dunia milik berdua , yang lain ngontrakk,,
Tapi bila merasakan pahitnya seakan-akan kita serasa menelan pil pahit , pahitt sekali,,
 Ternyata memang benar apa kata orang,,
Tak ada satupun cerita cinta yang terhindar dari air mata,,
 Cinta itu butuh kekuatan di pondasinya , dan pondasi cinta itu adalah kesetia’an dan kepercaya’an kepada satu-sama lain,,


 Tapi percayalah , segala coba’an yang di beri tuhan adalah ujian,,
Tuhan hanya ingin menguji seberapa kuat pondasi cinta mu,,
 Orang-orang juga sering bilang bahwa cinta itu buta & tuli,,
Dan bila kita sudah masuk dalam drama cinta kita sendiri maka pasti kita tak sadarkan diri , karna kita akan melakukan apa pun demi cinta,,
 Love is stupid , love is crazy , love is foolish , and love is all of them,,







    
 Di sini , di balkon , aku sedang melamunkan masa lalu ku yang mungkin sangat amat menyedihkan..
“Huhftt..” aku membuang nafas dengan berat.
 Sesak , yeah sesaklah yang kini ku rasakan , aku mungkin terlalu larut dalam kesedihan ini , tapi kurasa aku tak bisa kembali seperti dulu tanpanya..
 Ya , dialah penyebabnya , dialah yang membuat ku seperti ini , tapi aku tak menyalahkanya , karna ini lah takdirku..
“sekarang kamu dimana??” mataku kini sudah berlinang , air mata ini rasanya ingin jatuh , tapi aku berusaha untuk menahanya.
“ku mohon kembalilah , kembali pada ku , aku sangat merindukan  mu” kini ku memutar memori masa lalu ku , dimana pada sa’at itu adalah awal pertemuan ku dengannya.
----flashback----
 Hari ini adalah hari pertama MOS atau Masa Orientasi Siswa. Semua murid dari mana pun berkumpul di sini..
 Ya , mereka sekarang berada di SMAN7 , dan kini mereka sudah berkumpul di halaman sekolah..
 Di suatu tempat , ada seorang remaja lelaki yang kini sedang memperhatikan seorang remaja putri dari kejauhan. Entah apa yang membuatnya tertarik pada lawan jenisnya itu..
‘maniss’ ujarnya dalam hati
 Pria ini bernama Gregorius Sapungan , panggil saja dya Rego , dya memiliki postur tubuh yang jangkung , kulitnya putih , tapi sayangnya dya cenderung pemalu. Ya , beginilah dya.
“hoy Go!!, ngapain kamu bengong kayak gitu??,” tegur Brian. Seketika itu, Rego pun terbangun dari lamunanya.
“eeh , gak kok , gak-papa” ujar Rego yang sedang terlihat kikuk. Brian tak semudah itu percaya pada Rego , Brian pun mengikuti arah pandang Rego. Dan yapp, Brian kini tau apa yang di perhatikan oleh Rego.
“ahha!! , kamu naksir dya ya Go??” tebak Brian sambil tersenyum jail pada Rego. Dan tebakan Brian benar, semburat warna jingga kemerahan keluar dari pipi Rego.
“bhahahahahaha, ciee ciee” olok Brian.
“eh eh eh , ada apa nih?? , wahh akku ketinggalan berita nih , ada apa nihh??” timbrung eric yang datang tiba-tiba.
“ini loh rik , si Rego ternyata lagi naksir gituh ama cewek” sahut Brian. Mata Rego langsung melotot ketika tahu rahasianya terbongkar.
“wahh , itu bener Go??” Tanya Erik pada Rego. Rego hanya mampu mengangguk malu.
“emangnya kamu naksir yang mana sih” Tanya Erik (lagi). Dan di anggguki oleh Brian.
“emmh.. yang itu , yang pake kerudung putih , yang  item manis” sahutnya malu. Erik hanya ngangguk-ngangguk tanda mengerti.
“kamu kenapa ngangguk-ngangguk rik?? , kesambet yah??” ujar Brian sembarangan
Tuingggg…
Sebuah toyoran mendarat di kepala Brian. Ya , Brian ditoyor oleh Erik.
“heh , sembarangan kamu kalo ngomong. Aku tuh ngangguk-ngangguk karna aku kenal ama tuh cewek..” ujar Erik sewot. Rego seketika langsung melotot (lagi) ketika dia tau kalau Erik mengenali wanita puja’anya.
“yang bener kamu kenal dia Rik???” Tanya Rego gak nyantei. Erik hanya mengangguk dengan bangga.
“iya aku kenal dia. Tapi aku gak terlalu kenal dia. Tapi tenang , biar aku yang cari’in inform tetang dia” ujar Erik yang mampu membuat senyum di wajah Rego.
“cieee.. congrats ya Go..” olok Brian.
“hehe.. iya..” sahut Rego malu-malu
----flashback on---
“hhuhhh..” aku menarik nafas berat.
Sekarang aku tersenyum sendiri walaw air mata masih berlinang di pelupuk mata ku. Aku tersenyum sa’at ku mengingat kejadian pertama kali ku melihatnya. Ya , mungkin cinta pada pandang pertama lahh yang dulu kurasakan.
Dan sesa’at kemudian aku tertawa renyah sa’at memori ku mengingat kembali kejadian itu. Pada waktu itu dya cemburu buta pada ku dan kawan sebangku ku. Padahal waktu itu kami hanya sedang bergurau saja. Haha , benar-benar memo yang indah.
“haha , aku masih mengingatnya” ujar ku sambil tertawa walaw hati ku menangis.
---flashback---
Kini rego dan anggi berada di aula belakang sekolah , yang ada di sini hanya mereka berdua.
“kamu kenapa yank?? , kok cemberut gitu mukanya??” Tanya rego hati-hati pada sang kekasih. Ya , kekasihnya bernama Adhevia Anggita. Mereka berdua berbeda kelas. Anggi IPS 2 dan Rego di kelas IPA 3.
“aku cemberut gara-gara kamu selingkuh.” Sahut Anggi  kesal.
“hahh?? , aku selingkuh?? , ama siapa??” tanggap Rego dengan raut wajah yang terkaget-kaget. Pasalnya , ia tak pernah sekalipun menyelinkuh dari Anggi.
“ihh , kamu tuh pura-pura gak tau apa memang gak tau sihh??” gereget Anggi pada alur bicara Rego yang sama-sekali tak ia mengerti.
“lohh.. aku emang gak ngerti kok” bingung Rego
“iiihhh.. kamu tadi kenapa sih mesra banget ama si clara??” ucap Anggi akhirnya.

Plukk..
Rego memukul jidatnya. Entah apa yang membuatnya untuk melakukan itu.
“astaga!! , ternyata yang itu , kita cuman becanda kokk..” ujar Rego yang sa’at itu terlihat ragu dengan tatapan curiga Anggi yang di tujukan padanya.
“benerr???” selidik Anggi dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
“suerrr dehh , bahkan seribu suerr. Percayakan ama aku??” ucap Rego sambil mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya untuk membentuk huruf V.
“heemmm.. oke! , kali ini aku percaya ama kamu.” Ujar Anggi akhirnya. Rego pun tersenyum lega.
“akhirnya..” ujar Rego lega.
“huuu… kali ini aku peercaya ama kamu , tapi untuk yang setarusnya aku gak akan percaya lagi .” ancam Anggi. Seketika Rego langsung murung , tapi sedetik kemudian ia kembali tersenyum lebar karna kali ini ia beruntung karna ia masih bisa memegang kepercayaan yang di beri Anggi padanya.
“iya gak papa , yang penting kali ini kamu percaya ama aku. aku janji bahwa aku akan jaga kepercaya’an mu itu” ucap Rego.
Kini mereka berdua sama-sama tersenyum karna kali ini mereka bisa saling percaya satu sama lain.
---flasback-on----
Di sini  , aku tersenyum. Aku tersenyum karna waktu itu aku takut sekali jika kau tak percaya lagi pada ku. Haha , tapi ternyata akhirnya kau percaya pada ku.
Kau tahu? , sejujurnya dulu aku takut , aku takutt sekali kehilangan mu . tapi apa yang ku dapat? , pada akhirnya kau yang meninggalkan ku.
“sungguh tega kau pada ku. Apa kau sungguh tak mengerti perasa’an ku sa’at itu?? , perasa’an ku sa’at itu merasa hancur , sungguh hancur. Aaarrgghhhh….” Aku sungguh tak sadar dengan apa yang ku lakukan sekarang. Dan entahlah , aku hanya ingin ini menjadi mimpi dan bukan kenyata’an.
Kini aku meringkuk di sudut ranjangku setelah tadi ku menjambak keras rambut ku sendiri . terserah , terserah kalian mau menganggap ku banci atau semacamnya. Tapi jujur , sekarang aku sedang menangis , rasanya aku tak mampu tuk menahan rindu ini lebih lama lagi. Kini otak ku kembali memutar sebuah memo yang tak pernah ku harapkan tuk terjadi , sebuah memo yang sangat tak ku harapkan tuk menjadi nyata.
---flashback----
Kini Rego berada di bandara. Bila ditanya sedang apa dya di sini pun tak jelas. Karna kini pandanganya terlihat tak menentu. Pandanganya kini terlihat gusar.
“haduhhh.. kamu dimana sih?? , plies muncul dong.. , ya tuhann mana hp pake acara ketinggalan lagi” Rego kini terihat celingak-celinguk kesana-kemari.
Plukk..
Rego terkejut ketika ada terasa yang menepuk pundaknya dengan tangan. Sedetik kemudian Rego pun membalik badanya. ketika ia membalik badanya , bukan sebuah senyuman yang ia terima dari sang kekasih yang menepuk pundaknya tadi , melainkan air mata yang membentuk aliran sungai kecil di kedua pipi sang kekasih. Rego yang tak sanggup melihatnya pun akhirnya mengusap kedua pipi halus kekasihnya itu dengan kedua ibu jarinya.
“ssssstt.. udah , jangan nangis lagi yah?? , aku gak pengen air mata mu mengalir keluar lagi dihadapanku , plies kasih aku senyuman mu yang termanis , untuk yang terakhir.” Ucap Rego yang kini sudah memegang tangan sang kekasih. Kini sang kekasih pun tersenyum dengan senyum yang sangat manis menurutnya.
“okey , ini yang terakhir , dan semoga masa depan akan mempertemukan kita , tapi kini aku harus pergi , ma’afkan aku.”ucap Anggi (sang kekasih) yang perlahan melepaskan tangan Rego yang memegang tangannya erat.
“aku mengerti , kini pergilah , dan ketahuilah bahwa aku akan selalu menyimpan nama mu di sini (memegang dada) , percaya lah.” Ucap Rego dengan mata yang membendung air mata yang ingin tumpah , tapi tetap saja ia tersenyum.
“terima kasih.” Ucap Anggi dengan senyuman
‘perhatian kepada seluruh penumpang yang ingin menuju ke Palembang mohon segera masuk ke dalam pesawat karna sekitar 15 menit lagi pesawat akan lepas landas’
“aku harus pergi.” Ucap Anggi.
“ya , pergilah.” Ucap Rego yang sebenarnya tak rela.
Kini Anggi pun melangkah pergi menjauh dari hadapan Rego. dengan lanngkah berat Anggi membawa langkahnya untuk segera menuju pesawat. Ketika di ambang pintu masuk , Anggi berhenti berjalan , dia berbalik , dan tersenyum sendu ke arah Rego.
‘pergi-lah’ ucap Rego tanpa suara. Dan hanya dibalas anggukan dan senyum perpisahan dari Anggi.
Namun , sa’at setelah pesawat sang kekasih lepas landas , Rego pun tak sanggup menahan tangisnya lagi , kini ia jatuh terduduk. Dan entahlahh apa yang akan terjadi selanjutnya.                                    
---flashback-on----
Kini aku semakin menangis , hingga tak terasa aku pun tertidur dilantai sambil memeluk sebuah figura yang berisi foto kami berdua dulu. Dan ketika aku bangun di sore harinya aku pun langsung menuju balkon rumah ku. Kurasa kan angin sore menerpa wajah ku , tapi kali ini angin itu sepertinya tak datang sendirian , ia datang bersama hujan gerimis yang membasahi bumi ini.
“ya tuhann.. apakah langit juga ikut merasakan sedih ini??” aku bertanya entah pada siapa , tapi kali ini aku ingin sebuah jawaban.
Tokk.. tokk.. tokkk..
Ku dengar ketukan di pintu kamar ku. Ah , palingan itu cuman si Andre. Kata ku dalam hati.
Andre itu adalah kakak ku , dya slalu ingin membuat ku tertawa , tapi semua usahanya gagal , mungkin kini ia telah menyerah melakukan cara apapun tuk membuat ku tertawa karna kini ia telah berhenti melakukan semua itu.
Cklekk..
Ku buka pintu kamar ku. Aku terkejut melihat Andre dengan mimik wajahnya yang tak seperti biasa. Biasanya dya selalu tersenyum tapi sekarang ia terlihat sangat murung.
“mukamu kenapa Ndre??” selidik ku
“nihh..” bukanya menjawab pertanya’an ku tapi ia malah menyodorkan sebuah surat berwarna biru muda pada ku.
“apa ini??” Tanya ku.
“baca aja. Yang sabar yaa..” ia mengusap pundak ku dan berjalan pergi jauh dari hadapan ku.
Bukk..
Aku sedikit membanting keras pintu kamar ku , kini aku duduk di depan meja belajar ku. Perlahan ku baca siapa nama pengirim sura ini. Seketika mata ku terbelalak , karna entah mengapa semua ini terasa mustahil di mata ku.
“a-dhe-vi-a.ang-gi-ta??” ucap ku gugup.
Perlahan ku buka surat itu , dan aku pun membacanya.




‘hy Grego.. ^_^
Lama sudah rasanya kita tak pernah contack. Kira-kira semenjak aku pergi dulu. Maaf ya , karna waktu itu handphon ku hilang di bandara. tapi syukurlah karna aku masih mengingat alamat rumah mu. Senang rasanya bisa kembali ber-contack dengan mu setelah 5 tahun lalu.
Ekhemm.. sudah ahh basa-basinya , sebenarnya aku ingin memberi tahu mu sesuatu.
mmmm… aku kini sudah bertunangan , dan mungkin 6 bulan lagi kami akan menikah. Kami juga saling mencintai , seperti aku mencintai mu dulu. Kini kau hanya ku anggap teman atau sekedar sahabat , ma’af kan aku yaa..
mungkin hanya itu yang ingin ku sampaikan pada mu..

_adhevia anggita_
# 17 January 2018#’



Kini perasa’an ku bertambah hancur , tapi kini aku tak menangis lagi , karna kini aku senang bila kau bahagia , walau pun bukan bersama ku , semoga kau bahagia bersama dya , dan semoga saja dya bisa membahagia kan mu untuk selamanya dan biar sajalah dya yang menggantikan nama ku yang telah tertulis dihati mu……..

~~ the end~~



Hwaaaaaa… author mau minta ma’af nihh.. ma’afin author yang seblekk ini yahh.. ma’af juga kalo cerpenya gak romantic… kan si author paling gak bisa romantic.. hehehe…
Sumpah demi apapun nih cerpen ancur abiesss.. malkum lahh author kan anak alay , jadi cerpennya juga muesti alay donk #gubbrakkk
oya, sebelumnya thanks juga buat para cast yg udah bersedia namanya saya pake. thanks you so much dah pokoknya ^_^ maaf ya kalo alur gak sesuai jalan asmara kalian , #langsung #digebukin #para #cast
buat temen author yang sama sablekknya kayak author , makasih aja ya udah ngingetin author kalo si guru killer udah ada dan nyuruh berenti nulis.
aduuhh penuh perjuangan nih ngetiknya!! hargain ya! #maksa
 Haha,, jangan lupa kritik dan saranya yeahh.. oiya , like and coment juga di butuh kan lohh..
Oke , author alayy pamit dulu , dadahhh , wassalamm…                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar